This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, September 3, 2014

Ulangan Harian Fiqih Kelas I SDIT Wadi Fatimah





ULANGAN HARIAN
 


Nama                            : ……………………………………  
Muatan Mata Pelajaran: Fiqih
Kelas                            : I C                                          
Waktu                           : Kamis, 04 September 2014
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSl4mMkAtXz5ESpX0X7D2HuwImsX2mgWULNpsu3C9Rlj9yAKh593A
I.             Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1.   Rukun Islam ada …………
a.   6                             b. 5                                c. 10
2.   Zakat adalah rukun Islam yang ke……………
a.   3                             b. 4                                c. 2  
3.   Rukun Islam yang kedua adalah ……..
a.   Puasa                    b. Zakat                         c. Sholat
4.   Syahadat adalah rukun islam yang ke …….
a.   1                             b. 2                                c. 3
5.   Syahadat terdiri dari …………… macam
a.   Dua                        b. Tiga                           c. Empat
6.   http://tpaalikhlas.files.wordpress.com/2010/10/syahadat1.jpg adalah syahadat ……..
a.   Rasul                     b. Tauhid                      c. Kitab
7.   http://tpaalikhlas.files.wordpress.com/2010/10/syahadat2.jpgadalah syahadat ………
a.   Kitab                      b. Rasul                        c. Tauhid
8.   Puasa adalah rukun Islam yang ke…….
a.   Dua                        b. Tiga                           c. Empat
9.   Rukun Islam yang pertama adalah ………….
a.   Haji                        b. Puasa                       c. Syahadat
10.           Rukun Islam yang terakhir adalah ………..
a.   Sholat                    b. Haji                            c. Zakat


II.           Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar!
1.   Rukun Islam yang kelima adalah ………
2.   http://tpaalikhlas.files.wordpress.com/2010/10/syahadat1.jpgadalah syahadat ………
3.   Rukun Islam yang pertama adalah ………
4.   Rukun Islam ada…….
5.   http://tpaalikhlas.files.wordpress.com/2010/10/syahadat2.jpgadalah syahadat …………
III.          Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1.   Pasangkanlah rukun Islam dengan angka dibawah ini dengan benar!
Oval: RUKUN ISLAM
 



………….
 
Rounded Rectangle: Naik Haji
…………….
 
Rounded Rectangle: Sholat
………….
 
Rounded Rectangle: Zakat
…….
 
Rounded Rectangle: Puasa
1
 
Rounded Rectangle: Syahadathttp://www.bagikisah.com/images/uploads/gambar%20buah%20apel.jpghttp://www.bagikisah.com/images/uploads/gambar%20buah%20apel.jpghttp://www.bagikisah.com/images/uploads/gambar%20buah%20apel.jpghttp://www.bagikisah.com/images/uploads/gambar%20buah%20apel.jpghttp://www.bagikisah.com/images/uploads/gambar%20buah%20apel.jpg


2.   Salinlah lafadz syahadat dengan benar!

Rounded Rectangle: …………………………………………………………………………………………………………………………………..

…………………………………………………………………………………………………………………………………..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPHcpWc0IMpHjGQL6czGVHp6xLmVojTLn6tb08ZUqNgFpST7U_TYy4xQ6nuV-ylhDx7S6NBNYq9re_YqM1044jLRY_-eu4QFsXDXnzMRBylnm2T6eerrBYm1YRaMCdtzP27LWadg0SSW7p/s1600/syahadat.jpg








https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6wykMl-TUA_YgmsX8cra_AQEgZiO29G3xZW4ewbP1Hl1N3dCOzTOLsLnMCA_zqEcRfi6QdjGuRkQ_Sxc3iYSONzBgWovPI9bxjia_Z_Wh_7HlZOnRsrdPJA_oq_0Cc1XXRrVxTJewskE/s320/hamdalah.gif

Sunday, June 29, 2014

Dysleksia Learning

                                                                Dysleksia Learning                                                             
Oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd.I
Istilah dysleksia berasal dari bahasa Yunani, yakni dari kata “dys” yang berarti “sulit dalam” dan kata “lex” (berasal dari legein, yang artinya “berbicara”). Jadi, menderita dysleksia berarti menderita kesulitan yang berhubungan dengan kata atau symbol-simbol tulis. Walau tidak menjalani pengobatan khusus, seorang penderita dysleksia tidak akan selamanya menderita gangguan membaca dan menulis. Ketika pertumbuhan otak dan sel otaknya sudah sempurna, ia akan dapat mengatasinya.
Seseorang yang menderita dysleksia mengalami kesulitan dalam belajar membaca. Kelainan ini mungkin disebabkan oleh ketidakmampuan dalam menghubungkan antara lisan dan tertulis, atau kesulitan mengenal hubungan antara suara dan kata tertulis. Anak yang belum diketahui menderita dysleksia, dapat merasa rendah diri karena kesulitan yang dialami dalam mengejar pelajaran dengan kawan-kawan sebaya. Kadang-kadang orang salah menduga bahwa anak yang menderita dysleksia juga cacat jiwa. 
 Membaca merupakan dasar yang utama untuk memperoleh kemampuan belajar di berbagai bidang. Melalui membaca seseorang dapat membuka cakrawala dunia, dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak diketahui. Oleh sebab itu, sangat wajar apabila orangtua merasa cemas saat anaknya mengalami kesulitan dalam hal membaca, apalagi ketika anak memasuki usia sekolah dasar. Membaca merupakan suatu proses yang kompleks dengan melibatkan kedua belahan otak. Menggunakan mata dan pikiran sekaligus untuk mengerti apa maksud dari setiap huruf yang telah dibaca.

Kalau  seorang anak ditemui mulai punya kebiasaan membaca terlalu cepat hingga salah menguapkan kata atau ahkan terlalu lambat dan terputus, maka itu adalah gejala dysleksia. Gejala dari dysleksia adalah kemampuan membaca anak berada dibawah kemampuan yang seharusnya dengan mempertimbangkan tingkat inteligensi, usia, dan pendidikannya. Pada hakikatnya, gangguan ini bukan bentuk dari ketidakmampuan secara fisik, seperti karena ada masalah dengan penglihatan, tetapi mengarah pada bagaimana otak mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca anak. Kesulitan membaca (dysleksia) bisa timbul pada anak-anak yang mempunyai kecerdasan tinggi ataupun dibawah rata-rata. Oleh karena itu, kesulitan belajar jenis ini tidak tergantung pada tingkat inteligensinya.

Refleksi “Dimana Gurunya Manusia?”

Refleksi
“Dimana Gurunya Manusia?”
Oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd..I.
Sekarang-sekarang ini, penulis jarang sekali, bahkan mungkin hampir tidak pernah melihat guru yang rajin dalam hal memeriksa kebersihan kuku peserta didiknya. Pada saat yang dulu biasanya dilakukan sesaat sebelum peserta didik masuk kelas, peserta didik tersebut berbaris sambil berhitung dan dipanggil namanya oleh guru secara bergiliran atau satu-persatu. Setelah selesei, kemudian semuanya memasuki kelas dan guru menyuruh peserta didik untuk melakukan pembiasaan di awal pembelajaran seperti mengaji al-Qur’an.
Jangan dikira kegiatan hal-hal yang diatas tadi, tidak akan berarti apa-apa untuk dalam pembelajaran peserta didik. Justru sebaliknya, gurunya manusia selalu melakukan hal-hal yang kecil, agar hal demikian bermanfaat untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik. Adapun manfaat yang diperoleh guru dalam hal kegiatan pemeriksaan kebersihan kuku pada peserta didik, sebenarnya dengan tujuan untuk melatih kecerdasan intrapersonal atau disebut dengan kecerdasan diri pada peserta didiknya. Selain itu, pembiasaan mengaji al-Qur’an sebelum memulai pembelajaran di kelas, juga bertujuan untuk mengasah kecerdasan spiritual peserta didiknya lewat adanya kegiatan ini.
Lantas !!! Dimana Gurunya Manusia? Jawabnya:  “tentu ada di lembaga pendidikan manapun, namun tidak banyak”. Dalam kenyataan di lapangan sekolah, yang penulis rasakan saat ini, mungkin hanya sebagian saja yang sudah berhasil menjadi gurunya manusia. Disadari atau tidak, Sisanya, yakni tipe guru matrealistis dan tipe guru robot.
 Gurunya Manusia adalah guru yang mempunyai keikhlasan dalam mengajar dan belajar. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswa berhasil dalam memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas, yang mengajar dengan hati, guru yang akan berintropeksi apabila ada siswa yang tidak memahami materi yang telah diajarkannya. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar, sebab mereka sadar bahwa profesi guru adalah profesi yang tidak boleh berhenti untuk belajar. Guru yang keinginannya kuat dan serius ketika mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Menjadi gurunya manusia memang sulit dan tidak mudah. Namun, melihat banyaknya kemerosotan moral peserta didik, Apakah kita masih bisa diam, tanpa perubahan untuk menjadi guru yang lebih baik lagi, yang dulu mungkin pernah memiliki karakter guru robot hingga menjadi sosok guru matrealistis. Kini, saatnya berubah menjadi gurunya manusia. Selamat mencoba, menjadi gurunya manusia, Guru yang selalu merasakan bahwa tiap detik saat belajar bersama peserta didik adalah hal yang paling berharga. 





resensi Terapi Berpikir Positif

DATA BUKU:

Judul               : 
DATA BUKU:

Judul               : Terapi Berpikir Positif
No. ISBN        : 978-602-1687-06-2
Penulis             : Dr. Ibrahim Elfiky
Penerbit           : Zaman
Tanggal terbit  : Cetakan XV, 2014
Jumlah Hlm.    : 347
Harga Buku     : Rp. 80.000


KIAT AGAR HIDUP LEBIH SUKSES DAN BAHAGIA
Oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd.I.*
Buku “Terapi Berpikir Positif” ini karya Dr. Ibrahim Elfiky yaitu Maestro Motivator Muslim Dunia. Buku “Terapi Berpikir Positif” ini termasuk buku internasional bestseller karya nya.  Karya Tulisnya telah diterjemahkan ke dalam lima bahasa (Inggris, Prancis, Arab, Kurdi, dan Indonesia), dan terjual jutaan eksemplar di dunia. Entah disadari atau tidak? Bahwa Berpikir itu adalah sederhana dan hanya butuh waktu sekejap. Namun, ia memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan pada setiap orang. Adapun tujuh sumber tersebut, diantaranya yaitu:
1.      Orangtua
Proses berpikir yang pertama kita dapatkan dari oragtua. Ratu Elizabeth II berkata:” Aku belajar seperti proses belajarnya kera, yaitu dengan menyasikan orangtua dan meniru mereka”. Dari orangtua kita belajar tentang kata-kata, gerakan ubuh, perilaku, dan ekspresi wajah serta lain sebagainya.
2.      Keluarga
Setelah orangtua, kita melihat dunia lain, yaitu keluarga: saudara laki-laki, saudara perempuan, nenek, kakek, paman, bibi dan anak-anak mereka. Dari mereka akal menangkap informasi baru dan menggabungkannya dengan informasi yang telah ada. Dengan demikian, proses pembentukan pikiran semakin kuat.
3.      Masyarakat
Masyarakat adalah orang-orang yang berinteraksi dengan kita, seperti: tetangga, tukang sayur, supir taksi dan lain sebgainya. Akal terus mengikat informasi yang didapat dari luar  dan disatukan dengan infomasi yang sudah tersimpan di alam bawah sadar. Denan begitu, proses pembentukan pikiran semakin kuat.
4.      Sekolah
Sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pembelajaran, maka kita akan mudah meniru apa yang ada di sekolah.


5.      Teman
Teman itu paling penting setelah orangtua. Berteman merupakan aktualisasi diri pertama dalam kehidupan karena kita sendiri yang menentukan piihan, tanpa pengaruh orangtua.
6.      Media Massa
Sebuah pusat kajian psikologi dan fisiologi di New Zealand memaparkan bahwa lebih dari 60% kondisi menyedihkan disebabkan oleh media massa yang meyebarkan hal-hal negatif. Misal: peperangan, seksualitas, dan pelanggaran tata nilai. Pengaruh berbahaya ini ikut memperkaya proses pembentukan pikiran setiap orang sehingga semakin kuat.
7.      Sumber ketujuh dari proses pembetukan pikiran adalah diri sendiri
Sekian sumber eksternal turut memperkuat terbentuknya pikran. Pikiran itu kemudian membentuk keyakinan dan prinsip yang kuat. Selanjutnya kita bisa menambahkan sikap baru  yang positif atau negatif. Akal menggabungkan sikap itu dengan data-data sebelumnya sehingga proses pembentukan pikiran semakin kuat dan mendalam. Dengan demikian, kita mampu beradaptasi dalam menghadapi dunia luar. Kemampuan inilah yang menentukkan kita sukses atau gagal dan bahagia atau sengsara.
Meski tampak sederhana dan lemah, pikiran itu lebih dalam dan lebih kuat daripada yang kita bayangkan. Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip. Pikiran menjadi titik tolak bagi tujuan dan mimpi-mimpi. Pikiran bisa jadi penyebab penykit kejiwaan dan fisik. Pikiran takut membuat kita takut dan pikiran berani membuat kita berani. Ahli filsafat bernama Socrates pernah berkata :”Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri”. Berpikir tidak memiliki batas-lintas waktu, jarak, dan ruang. Pikiran memiliki kekuatan yang bisa muncul pada pagi, siang dan sore dalam kondisi apapun. Pikiran adalah sumber pendorong perilaku, sikap dan hasil yang kita dapatkan. Pikiran dapat menjadikan kita sebagai seorang yang berjiwa sehat atau sakit. Dan pikiran juga dapat membuat kita bahagia dan sukses juga sebaliknya. Karena pikiran akan mempengaruhi kita sebagai manusia diantaranya yaitu: intelektualitas, fisik, perasaan, sikap, rasa percaya diri, hasil, citra diri, kondisi jiwa, kondisi kesehatan.

                                                                     *Guru RA Al-Madinah Mundupesisir-Cirebon

                                                                                     
No. ISBN        : 978-602-1687-06-2
Penulis             : Dr. Ibrahim Elfiky
Penerbit           : Zaman
Tanggal terbit  : Cetakan XV, 2014
Jumlah Hlm.    : 347
Harga Buku     : Rp. 80.000


KIAT AGAR HIDUP LEBIH SUKSES DAN BAHAGIA
Oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd.I.*
Buku “Terapi Berpikir Positif” ini karya Dr. Ibrahim Elfiky yaitu Maestro Motivator Muslim Dunia. Buku “Terapi Berpikir Positif” ini termasuk buku internasional bestseller karya nya.  Karya Tulisnya telah diterjemahkan ke dalam lima bahasa (Inggris, Prancis, Arab, Kurdi, dan Indonesia), dan terjual jutaan eksemplar di dunia. Entah disadari atau tidak? Bahwa Berpikir itu adalah sederhana dan hanya butuh waktu sekejap. Namun, ia memiliki proses yang kuat dari tujuh sumber yang berbeda. Tujuh sumber itu memberi kekuatan luar biasa pada proses berpikir dan menjadi referensi bagi akal yang digunakan pada setiap orang. Adapun tujuh sumber tersebut, diantaranya yaitu:
1.      Orangtua
Proses berpikir yang pertama kita dapatkan dari oragtua. Ratu Elizabeth II berkata:” Aku belajar seperti proses belajarnya kera, yaitu dengan menyasikan orangtua dan meniru mereka”. Dari orangtua kita belajar tentang kata-kata, gerakan ubuh, perilaku, dan ekspresi wajah serta lain sebagainya.
2.      Keluarga
Setelah orangtua, kita melihat dunia lain, yaitu keluarga: saudara laki-laki, saudara perempuan, nenek, kakek, paman, bibi dan anak-anak mereka. Dari mereka akal menangkap informasi baru dan menggabungkannya dengan informasi yang telah ada. Dengan demikian, proses pembentukan pikiran semakin kuat.
3.      Masyarakat
Masyarakat adalah orang-orang yang berinteraksi dengan kita, seperti: tetangga, tukang sayur, supir taksi dan lain sebgainya. Akal terus mengikat informasi yang didapat dari luar  dan disatukan dengan infomasi yang sudah tersimpan di alam bawah sadar. Denan begitu, proses pembentukan pikiran semakin kuat.
4.      Sekolah
Sekolah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam proses pembelajaran, maka kita akan mudah meniru apa yang ada di sekolah.


5.      Teman
Teman itu paling penting setelah orangtua. Berteman merupakan aktualisasi diri pertama dalam kehidupan karena kita sendiri yang menentukan piihan, tanpa pengaruh orangtua.
6.      Media Massa
Sebuah pusat kajian psikologi dan fisiologi di New Zealand memaparkan bahwa lebih dari 60% kondisi menyedihkan disebabkan oleh media massa yang meyebarkan hal-hal negatif. Misal: peperangan, seksualitas, dan pelanggaran tata nilai. Pengaruh berbahaya ini ikut memperkaya proses pembentukan pikiran setiap orang sehingga semakin kuat.
7.      Sumber ketujuh dari proses pembetukan pikiran adalah diri sendiri
Sekian sumber eksternal turut memperkuat terbentuknya pikran. Pikiran itu kemudian membentuk keyakinan dan prinsip yang kuat. Selanjutnya kita bisa menambahkan sikap baru  yang positif atau negatif. Akal menggabungkan sikap itu dengan data-data sebelumnya sehingga proses pembentukan pikiran semakin kuat dan mendalam. Dengan demikian, kita mampu beradaptasi dalam menghadapi dunia luar. Kemampuan inilah yang menentukkan kita sukses atau gagal dan bahagia atau sengsara.
Meski tampak sederhana dan lemah, pikiran itu lebih dalam dan lebih kuat daripada yang kita bayangkan. Berpikir melahirkan pengetahuan, pemahaman, nilai, keyakinan dan prinsip. Pikiran menjadi titik tolak bagi tujuan dan mimpi-mimpi. Pikiran bisa jadi penyebab penykit kejiwaan dan fisik. Pikiran takut membuat kita takut dan pikiran berani membuat kita berani. Ahli filsafat bernama Socrates pernah berkata :”Dengan pikiran, seseorang bisa menjadikan dunianya berbunga-bunga atau berduri-duri”. Berpikir tidak memiliki batas-lintas waktu, jarak, dan ruang. Pikiran memiliki kekuatan yang bisa muncul pada pagi, siang dan sore dalam kondisi apapun. Pikiran adalah sumber pendorong perilaku, sikap dan hasil yang kita dapatkan. Pikiran dapat menjadikan kita sebagai seorang yang berjiwa sehat atau sakit. Dan pikiran juga dapat membuat kita bahagia dan sukses juga sebaliknya. Karena pikiran akan mempengaruhi kita sebagai manusia diantaranya yaitu: intelektualitas, fisik, perasaan, sikap, rasa percaya diri, hasil, citra diri, kondisi jiwa, kondisi kesehatan.

                                                                     *Guru RA Al-Madinah Mundupesisir-Cirebon


                                                                                     

Saturday, June 8, 2013

Gurunya Manusia



DATA BUKU:

Judul               : Gurunya Manusia
No. ISBN        : 978-602-8994-44-6
Penulis             : Munif Chatib
Penerbit           : Kaifa
Tanggal terbit  : Februari 2012
Jumlah Hlm.    : 256
Harga Buku     : Rp. 69.000
GURUNYA MANUSIA:
MENJADIKAN SEMUA ANAK ISTIMEWA DAN SEMUA ANAK JUARA
Oleh: Uswatun Hasanah, M.Pd.I.*
Setiap Gurunya Manusia wajib mempunyai pandangan atau pola pikir yang menganggap bahwa setiap siswa adalah juara atau setiap anak mempunyai potensi kebaikan, apapun situasi dan kondisi yang dialami oleh anak. Sebelum guru memasuki kelas, maka guru harus menyalakan saklar on dalam benak mereka, bahwa sesungguhnya semua siswa yang akan dia ajarkan itu adalah cerdas. Tidak ada siswa yang bodoh dan tidak ada siswa yang nakal.Karena sesungguhnya, setiap individu memiliki multiple intelligences yang berbeda dan karena setiap siswa itu adalah masterpiece.Dengan demikian, maka seorang gurunya manusia harus bisa membuka kelima bingkisan ketika ia berada di dalam kelas. Adapun kelima bingkisan tersebut adalah:1)bintang; 2) samudra; 3) harta karun; 4) penyelam; dan 5) bakat. (Gurunya Manusia- Munif Chatib)
Itulah sepenggal kalimat-kalimat dalam buku“Gurunya Manusia” yang merupakan  salah satu karya yang ditulis oleh Munif Chatib,penulis bestseller “Sekolahnya Manusia”, “Orangtuanya Manusia” dan “Sekolah Anak-anak Juara”. Selain sebagai seorang penulis, ia juga merupakan konsultan pendidikan dan pakar multiple intelligences yang ada di Indonesia.
 Apabila kita melihat budaya pendidikan yang ada di Indonesia, maka terlihat ada3 tipe guru, diantaranya yaitu: Yang Pertama, tipe Guru robot,yaitu guru yang bekerja persis seperti robot. Mereka hanya masuk kelas, mengajar lalu pulang. Mereka hanya mau peduli pada beban materi yang harus disampaikan kepada siswa. Yang Kedua, tipeGuru materialistis, yaitu guru yang selalu melakukan perhitungan, mirip dengan aktivitas bisnis jual-beli. Yang jadi patokan adalah hak yang mereka terima, barulah kewajiban mereka kan dilaksanakan. Danyang Ketiga, adalah tipe Gurunya Manusia, yaitu guru yang mempunyai keikhlasan dalam mengajar dan belajar. Guru yang mempunyai keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswa berhasil dalam memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas, yang mengajar dengan hati, guru yang akan berintropeksi apabila ada siswa yang tidak memahami materi yang telah diajarkannya. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar, sebab mereka sadar bahwa profesi guru adalah profesi yang tidak boleh berhenti untuk belajar. Guru yang keinginannya kuat dan serius ketika mengikuti pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Dari sekian macam tipe guru, yakni: tipe guru robot, guru materialistis, dan gurunya manusia. Maka yang jadi pertanyaannya adalah tipe guru manakah yang akan banyak mendapatkan apresiasi dan yang di harapkan oleh siswa??? Tentunya tidak lain hanyalah gurunya manusia.Jika dipraktekkan dalam realita yang ada di Indonesia, agar kita bisa menjadi sosok Gurunya Manusia, memanglah tidak mudah bahkan terlihat sulit.
Namun, dengan demikian, tidak ada salahnya jika kita sebagai guru hendak mencoba menjadi Gurunya Manusia. Maka dari itu, kita harus mengetahui syarat yang mendasar untuk menjadi Gurunya Manusia. Adapun syarat tersebut adalah: 1) Guru yang bersedia untuk selalu belajar, 2) Guru yang secara teratur membuat rencana pembelajaran sebelum mengajar, yang biasa kita lakukan yakni membuat  RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); 3) Guru yang bersedia diobservasi; 4) Guru yang selalu tertantang untuk meningkatkan kreativitas; dan 5) Guru yang mempunyai karakter yang baik.
Gurunya manusia, harus bisa membuka kelima bingkisan saatia akan memasuki proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, yaitu: 1) Bintang. Guru yang memandang bahwa setiap siswa yang dilahirkan adalah Juara. Munif Chatib menjelaskan bahwa setiap anak adalah bintang. Bintang yang sinarnya mampu menerangi dunia. Bagaimanapun kondisi anak, mereka adalah bintang dan juara. Adapun kuncinya adalah sebagai seorang guru sebelum memasuki kelas, maka seorang guru tersebut harus menyalakan tombol “on” dalam benak guru, yang menganggap bahwa setiap siswa adalah bintang, maka peserta didik akan menjadi bintang. 2) Samudra. Setiap siswa memiliki kemampuan seluas samudra: kemampuan kognitif yang menghasilkan daya pikir positif, kemampuan psikomotorik yang menghasilkan karya bermanfaat dan penampilan yang dahsyat, serta kemampuan afektif yang menghasilkan nilai dan karakter yang manusiawi sesuai fitrahnya.Kemampuan anak kita seluas samudra. Yang artinya, pasti banyak potensi yang terpendam di dalam dirinya, seperti halnya samudra dengan berbagai potensi kekayaan alamnya. 3) Harta karun. Berbagai potensi terpendam merupakan harta karun gurunya yang ada dalam diri siswa, yaitu kecerdasan majemuk atau dinamakan pula multiple intelligences.Setiap siswa memiliki variasi potensi kecerdasan masing-masing. Ada yang punya satu kecerdasan yang dominan, sedangkan yang lainnya rendah. Ada yang memiliki dua, tiga, bahkan semua kecerdasannya dominan. Namun, tidak ada manusia yang bodoh, terutama jika stimulus yang diberikan lingkungan tepat. 4) Penyelam.Discovering ability, kembangkan kemampuan dan kubur ketidakmampuan anak.Discovering ability adalah aktivitas guru untuk menjelajahi kemampuan siswa pada saat hasil tes siswa di bawah standar ketuntasan. Discovering ability juga dapat diartikan meminta peserta didik untuk menjawab soal yang sama dengan cara yang lain. Apabila discovering ability ini tidak berhasil, maka baru dilakukan remedial test (tes pengulangan). Banyak sekali guru yang langsung melompat dengan memberikan remedial test kepada peserta didik dengan nilai dibawah standar tanpa melalui fase discovering ability. Upaya gurunya manusia saat dia tak pernah berhenti menelusuri kemampuan siswa dapat dikatakan sebagai aktivitas discovering ability, yaitu menjelajah kemampuan siswa meskipun itu sekecil debu. 5)Bakat. Bakat adalah kemampuan siswa yang sudah ada sejak ia lahir.
*Mahasiswa Psikologi Pendidikan Islam
Guru SDN 2 Mertapada Kulon